Madu yang mengandung semut

0853-1796-3881 (Whatsapp)

Riset Membuktikan, Sarang Semut Antikanker

by indraalfaatih , at 3/28/2014 03:45:00 AM

Riset Membuktikan, 

Sarang Semut Antikanker

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop



test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioytest euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop



test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioytest euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop



test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioyh ?"ikh ;ouitg 'poiyhm 'ouigh ';ouighm 'uioh 'oih /';iouhg 'ioh 'iop

test euy tesy uy p'oirp 'poiupo poiujrg[oiej loiuj'oip iouoi 9uoi iyipough kuiytfgy iuyh iutg ;oiu ;oiuy ,iuyg kug ;ouiyt 'poiujoi "io;hj 'ipoyh 'ioyh "pioy

Kanker rahim itu datang ketika usia Nikita (ia menolak disebut namanya) 60 tahun.
Ia pasrah dan siap menjalani operasi.
Namun, dokter justru ragu mengoperasi lantaran usia Nikita yang senja.
Ia khawatir penyakit maut itu mengganas dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Namun, 2 bulan rutin mengkonsumsi sarang semut,
ia sembuh kanker rahim.

Sejak diperkenalkan oleh kerabatnya, setiap habis makan Nikita rajin mengkonsumsi segelas air rebusan sarang semut yang telah disaring.
Selang 2 bulan, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kanker rahim telah sirna.
Ia dinyatakan sehat.

Kanker dapat menyerang setiap orang tanpa pandang usia, jenis kelamin, etnis, dan status sosial. Faktor keturunan memegang porsi 1-5% penyebab timbulnya kanker.

Pencemaran lingkungan, zat-zat karsinogen pada bahan makanan, gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, diet tak tepat, serta paparan toksin dari asap rokok, pestisida, logam berat, dan formalin memacu timbulnya kanker.

Kanker merupakan penyakit mematikan karena pengobatan konvensional baru dapat menyembuhkan sekitar sepertiganya.
Beragamnya jenis kanker (lebih dari seratus) dan sel yang resisten terhadap obat menjadi alasan utama sulitnya pengobatan kanker.
Oleh karena itu, mencegah lebih baik.

Itu dapat ditempuh melalui penerapan pola hidup sehat.
Mengurangi asupan lemak (terutama lemak hewani dan lemak trans) serta mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan herbal kaya antioksidan alami merupakan langkah awal yang baik.

Sayangnya, kebanyakan orang baru memilih herbal manakala pengobatan konvensional tidak membuahkan hasil.

Padahal, selain dapat memerangi kanker secara langsung, herbal juga baik digunakan sebagai komplementer pengobatan konvensional.

Herbal dapat meningkatkan kekebalan, mengurangi efek samping atau komplikasi penyakit dan pengobatannya, serta meningkatkan kualitas hidup.

Antioksidan

Menurut catatan etnobotani (ilmu penggunaan tanaman oleh masyarakat) sarang semut terutama jenis Hydnophytum formicarum dan Myrmecodia pendens sudah lama digunakan sebagai obat kanker oleh penduduk lokal di Asia Tenggara.

H. formicarum dipakai secara luas di Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia, sedangkan M. pendens digunakan secara terbatas di Provinsi Papua.
Cara pemakaian kedua jenis sarang semut itu pada prinsipnya sama, yaitu meminum dekoktum atau air rebusan sarang semut.

Pencegahan dan pengobatan kanker merupakan dua proses yang sangat berbeda.
Secara umum dapat dikatakan bahwa pola makan yang seimbang dan baik dapat mencegah kanker.
Namun, makanan tertentu tidak dapat membunuh sel-sel kanker secara langsung karena konsentrasi senyawa itu aktif dalam bahan makanan rendah.

Sarang semut dapat digunakan untuk mencegah kanker karena mengandung antioksidan kuat seperti tokoferol (vitamin E), flavonoid, dan tanin.

Senyawa-senyawa itu diproduksi secara internal sebagai sistem pertahanan diri dari tumbuhan sarang semut.
Tak hanya kanker rahim, sarang semut juga terbukti secara empiris mengatasi tumor dan kanker payudara, leukemia, kanker otak, kanker paru-paru, kanker prostat, dan kanker usus.

Beberapa ekstrak tumbuhan epifit itu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat melalui uji radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) antara 28-49 ppm.

Bila ekstrak-ekstrak itu dimurnikan, aktivitas antioksidan masing-masing senyawa isolatnya lebih rendah dibanding ekstrak awalnya. Ini mengindikasikan bahwa mengkonsumsi sarang semut dalam bentuk ekstrak lebih menguntungkan dibanding senyawa murninya.

Saat ini sudah diidentifikasi beberapa mekanisme dalam membunuh sel-sel kanker.
Diantaranya adalah sitotoksik, induksi apoptosis, dan antiangiogenesis.
Umumnya satu obat kanker konvensional hanya dirancang memiliki satu mekanisme.

Ini berbeda dengan herbal yang dapat memiliki banyak mekanisme karena sejatinya herbal mengandung banyak sekali senyawa aktif yang dapat bekerja secara sinergis.

Antikanker

Riset sarang semut sebagai antikanker mulai dilakukan, termasuk di LIPI.
Sejauh ini secara in vitro menggunakan kultur sel ekstrak sarang semut terbukti memiliki aktivitas antikanker.
Mekanisme yang sudah berhasil diungkap adalah sitotoksik dan induksi apoptosis.
Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi antara lain flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC).

Senyawa-senyawa itu memang dikenal luas sebagai golongan senyawa antikanker.
Diduga kuat flavonoid glikosida dan stigmasterol berperan dalam mekanisme sitotoksik, sedangkan tanin lebih mengarah ke induksi apoptosis.

Aktivitas sitotoksik (LC50) dari senyawa aktif sarang semut terhadap sel kanker payudara dan nasofaring berkisar 30-88 ppm.
Inhibitor HDAC itu terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, menginduksi diferensiasi, dan menyebabkan kematian sel apoptotik dari sel-sel kanker payudara, paru-paru, indung telur, prostat, dan usus.

Diduga inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari beberapa gen yang ekspresinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan tumor.
Senyawa aktif itu kini tengah diuji klinis sebagai antikanker.

Satu penelitian terbaru kolaborasi para peneliti dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universitas Szeged, Hungaria, menunjukkan ekstrak sarang semut mengandung senyawa yang memiliki aktivitas pembalikan resistensi multiobat dengan nilai rasio aktivitas 39,72.
Itu sangat penting karena kebanyakan sel kanker memiliki kemampuan menjadi resisten terhadap obat-obat yang berbeda.

Kemampuan pembalikan resistensi multiobat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker melalui kemoterapi.
Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengungkap jenis senyawa aktif yang berperan.

Itu berarti sarang semut dapat dijadikan salah satu alternatif atau komplementer untuk membantu pengobatan tumor dan kanker.
Efektifitasnya sangat tergantung pada kondisi awal dan jenis kankernya.
Namun perlu diingat, seperti halnya obat-obat konvensional, tidak ada jaminan kesembuhan pasti dapat diraih dengan sarang semut.
Kecocokan, kesabaran, ketabahan, dan doa sangat diperlukan dalam pengobatan kanker.

(Dr Ir M Ahkam Subroto, M.App.Sc., peneliti utama LIPI Cibinong Science Center)

Sumber: Majalah Trubus, September 2007, halaman 118-119
Riset Membuktikan, Sarang Semut Antikanker
Riset Membuktikan, Sarang Semut Antikanker - written by indraalfaatih , published at 3/28/2014 03:45:00 AM, categorized as Kanker dan Tumor , Riset Sarang Semut
Comment disabled
Copyright ©2012 Madu Sarang Semut by